Apakah ganbro sudah pada tahu kalau tren maternity photoshoot sedang ramai-ramainya diperbincangkan? Kira-kira mulai enam tahun terakhir, semakin banyak pasangan suami istri yang mulai mengabadikan foto kehamilan mereka secara professional dengan konsep yang bervariasi. Bisa dibilang maternity photoshoot merupakan sebuah upaya untuk mengingat momen kehamilan yang sedang bahagia-bahagianya dalam menanti seorang buah hati yang sudah didamba-dambakan.

Sumber: Freepik

Tren foto ini pun sama menjamurnya dengan foto prewedding. Untuk masalah konsep pun, foto kehamilan memiliki konsep yang relatif tidak jauh berbeda dengan foto prewedding. Namun sesuai dengan tujuan utamanya, yaitu untuk mengambil sebuah momen kehamilan tentu harus dilengkapi dengan potret perut ibu hamil yang terlihat menonjol. Foto ini umumnya dilakukan saat kehamilan sang istri berumur tujuh sampai delapan bulan.

Agar tidak nervous saat mengeksekusi maternity photoshoot, ada baiknya ganbro mencatat beberapa hal penting saat kalian bertemu dengan klien. Simak tips-tips berikut:

 

Kenali klien kalian

Dalam foto kehamilan, tentu ada baiknya untuk mengenal klien kalian lebih dalam sebelum melakukan photoshoot. Perkenalan ini berguna untuk membangun chemistry dan kepercarayaan terhadap suami dan istri yang akan menjadi objek foto kalian. Pada saat kehamilan, umumnya para pasangan suami istri menjadi lebih sensitive dan protektif, sehingga diperlukan ekstra hati-hati saat hendak mengatur pose keduanya untuk menjaga mood keduanya agar tetap baik.

 

Membangun konsep maternity photoshoot

Seperti yang sudah diungkapkan sebelumnya, umumnya foto maternity memiliki konsep-konsep yang sama dengan foto prewedding. Namun sekali lagi perlu ditekankan bahwa momen kehamilannya lah yang menjadi pusat perhatian dari photoshoot ini. Ganbro bisa menawarkan konsep-konsep yang fun dan casual ala foto keluarga, misalnya foto dengan tema piknik, tema daily casual, tema studio, hingga tema underwater lo.

 

Gunakan properti yang sesuai

Sumber: Freepik

Dalam foto kehamilan ini kalian juga bisa menyarankan klien untuk membawa properti-properti yang mendukung, terutama properti yang menceritakan tentang kehamilan mereka. Misalnya, foto USG pertama, sepatu bayi, pakaian bayi, hingga maternity card. Kemudian tak kalah penting juga, pastikan sang ibu hamil menggunakan pakaian ibu hamil yang sesuai. Hal ini bertujuan agar perut sang ibu hamil terlihat menonjol. Kalian bisa menyarankan kepada sang ibu hamil agar menggunakan dress khusus untuk ibu hamil. Tidak direkomendasikan menggunakan pakaian dengan kain yang tebal, dan terlalu longgar, karena pakaian tersebut bisa menyamarkan perut sang ibu hamil dan membuat tidak nyaman.

 

Memotret foto kehamilan memiliki tentu triknya sendiri. Nantinya, foto ini akan menjadi kenang-kenangan sang anak untuk melihat perjuangan ibunya dalam mengandung dan merawat sang anak saat masih ada dalam kandungan. Gimana ganbro? Sudah ga perlu cemas untuk mengambil tawaran foto maternity ini lagi kan!?