Apakah anda adalah fotografer atau videografer yang sudah mulai mengembangkan kemampuan anda kearah bisnis?. Ataukah paling tidak sudah merencanakan hal tersebut?. Memikirkan bisnis bagi seorang pekerja seni seperti fotografer adalah keharusan untuk saat ini. Artinya, jangan biarkan karya dan kemampuan anda hanya tersimpan dan tidak dikembangkan. Namun, tentu saja masuk kedunia bisnis dan melaksanakan kerjasama dengan pihak lain tentunya buka hal yang patut dianggap remeh. Banyak diantara mereka yang sudah tepat dalam perencanaan, namun macet ditengah jalan. Ada pula yang juga tersendar karena, memiliki ketakutan untuk bertemu dengan klien dan merasa rendah diri.
Baca Juga : Bestfriend Photoshoot Concept

Untuk anda yang mungkin masih ragu atau kebingungan dan memiliki rasa canggung untuk bertemu dengan klien pertamamu, jangan sia-siakan kesempatan, yuk intip beberapa tips dibawah ini :

  1. Do research
    Melakukan riset bukan berarti harus mengulik kehidupan calon klienmu secara intens yang malah cenderung seperti stalker ya. Riset disini artinya, kenalilah klien anda terlebih dahulu sebelum benar-benar bertemu dengan mereka. Hal ini dapat membantu anda lebih mudah untuk melakukan percakapan dan mencari topik yang beragam sesuai latar belakang calon klien. Selain itu, juga dapat mencairkan suasana. Tapi, jangan sampai terlihat sok tahu dengan kehidupan orang lain ya. Bisa-bisa anda dikira mencampuri urusan pribadi mereka.
  2. Product knowledge
    Meskipun disini anda menjual jasa, namun jangan salah anda juga dituntut untuk sangat memahami hasil foto kalian sendiri. Artinya, klien jelas ingin mengetahui apa saja kemampuan anda dan apa yang dapat anda tawarkan kemereka. Sehingga, jangan sampai kamu memberikan jaminan yang berlebihan. Selain itu, setiap hasil foto yang anda hasilkan harus sangat anda kuasai mulai dari teknik pengambilan, lokasi, hingga perkiraan budget yang keluar saat itu. Karena, bisa saja klien akan menanyakan karya foto anda terdahulu.
  3. Portofolio
    Menjadi pekerja seni yang juga menghasilkan produk foto, tentunya jangan pernah melupakan yang namanya portofolio. Selain untuk bukti karya yang telah dihasilkan, portofolio saat ini menjadi salah satu alasan seseorang mau menggunakan jasa fotografer atau videografer. Karena dengan begitu calon klien dapat menilai hasil kerja anda dan memutuskan pilihan mereka. Mereka juga akan cenderung membandingkan portofolio seorang fotografer dengan yang lainnya dan mencari yang paling pas untuk mereka. Untuk semakin memperluas portofolio, anda dapat menggunakan berbagai macam media sosial. Anda juga bisa membuat website khusus untuk karya anda sendiri. Portofolio itu juga menunjukkan sisi profesionalitas seorang yang memiliki profesi tertentu.
    Baca Juga : Baby Photoshoot

    Portofolio Fotografer
    Sumber : dierabachir.com
    Portofolio Fotografer
    Sumber : janawilliams.com

    Portofolio Fotografer
    Sumber : riomotret.com
  4. Testimonial
    Jika anda sudah memiliki portofolio baik itu hasil dari klien sebelumnya atau foto koleksi anda sendiri dengan teman atau kenalan anda, jangan lupa untuk menyematkan testimoni. Mengapa ini penting? Karena, testimoni berfungsi untuk membantu untuk meyakinkan calon klien anda terhadap hasil karya anda. Meskipun testimoni ini dari teman atau orang terdekat sendiri, namun hal ini cukup baik untuk menunjukkan sisi kepercayaan daripada hasil foto yang anda hasilkan.
  5. Patokan Harga
    Jangan takut untuk memberikan patokan harga. Anda mungkin dapat mencari informasi terlebih dahulu dari fotografer lain yang sudah beberapa kali mendapati klien. Sesuaikan juga harga tersebut dengan hasil foto anda dan juga harga yang ada diluaran. Jika anda dapat bersaing harga dan juga kualitas hal itu juga sangat baik bagi kelangsungan bisnis.

    Bagaimana apakah anda sudah memiliki keberanian untuk menemui klien pertama anda?. Jangan lewatkan kesempatan!
    Baca Juga : Inspirasi Gaya Foto